Jumat, 30 Oktober 2015

Internet of Things: When all things get connected




Hai ketemu lagi dengan saya di blog ini. Kali ini saya akan membahas tentang Internet of Things. Seiring perkembangan jaman tuntutan untuk menuju peradaban yang lebih maju sangat besar, karena cara-cara konvensional sudah dianggap kuno dan merepotkan. Karena internet sudah ditemukan dan manfaat yang dirasakan sangat besar sekali, maka para ilmuan memutuskan untuk menggunakan internet tidak hanya pada smartphone,pc dan tablet tetapi juga ke berbagai benda, dimana benda-benda tersebut akan tersambung melalui jaringan local maupun global menggunakan actuator atau sensor yang tertanam pada benda-benda tersebut. Internet of Things ini adalah salah satu inovasi terbaru dalam pengembangan penggunaan internet dengan lebih luas lagi sehingga dapat berguna di segala aspek kehidupan.

Istilah Internet of Things bermula saat September 1991, Mark Weiser dengan Xerox PARC menerbitkan artikel yang menjelaskan tentang masa depan dimana elemen-elemen hardware dan software dihubungkan dengan kabel, gelombang radio dan infrared akan menjadi hal yang terdapat dimana-mana dan tidak ada satu orang pun yang menyadari keberadaannya. Setelah menjadi bahan perbincangan dan pada khirnya di tahun 1999 Kevin Ashton menyebutkan istilah Internet of Things untuk pertama kalinya

Internet of Things bisa saya definisikan sebagai sebuah inovasi untuk mengkoneksikan internet ke berbagai benda nyata, tidak hanya smartphone, computer dan tablet saja, tetapi idenya seperti yang sudah ada saat ini, contohnya perangkat wearable google glass, smartwatch, dan peralatan rumah tangga canggih seperti Google Nest dan Samsung Smart Home. Perangkat-perangkat tersebut dapat diakses melalui aplikasi pada smartphone, cukup mengendalikan alat-alat ini dimanapun anda berada maka apa yang ingin anda kendalikan dengan benda itu akan dilakukan secara otomatis.




Menurut salah satu perusahaan IT terbesar Cisco diprediksi pada tahun 2015 ini adalah awal kebangkitan dari Internet Of Things, dan pada tahun 2020 akan ada 50 milyar alat yang terhubung dengan internet dan 400 juta diantaranya adalah perangkat yang dapat dipakai/wearables.

Pada perangkat yang sangat banyak tersebut diharapkan IoT akan diterapkan salah satunya seperti Smart City: yaitu pembuatan kota pintar dimana akan dipasang sensor-sensor di seluruh sudut kota,  contohnya kalau anda mau lihat tempat parkir kosong bisa liat via smartphone, lampu-lampu taman  dan jalanan bisa menyala otomatis menjelang malam dan mungkin yang sudah kita terapkan e-Goverment , e-budgeting dan lain-lain

Salah satu yang menjadi perhatian setelah adanya IoT yang akan diimplementasikan dimana-mana adalah meningkatnya volume data dunia. Intel memperkirakaan jika pada tahun 2020 nanti volume data dunia akan mencapai 44 zettabyte atau setara dengan 44 triliun gigabyte. Selain masalah volume data ada juga masalah keamanan data pribadi dari para pengguna.

Itu saja yang bisa saya  mengerti mengenai Internet of Things, kalau ada kesalahan saya mohon maaf karena kita sama-sama belajar, bye!!

Sumber:

Sabtu, 17 Oktober 2015

Organisasi di Sekitar Lingkungan

        Setiap lingkungan tempat tinggal pastilah ada organisasi yang berdiri di lingkungan sekitar tempat tinggal. Entah itu Rukun Tetangga, Rukun Warga, Karang Taruna, Pemuda masjid, dan lain sebagainya. Pada tulisan kali ini saya akan menceritakan beberapa Organisasi yang ada di lingkungan rumah saya.
   
        Rukun Tetangga (RT) adalah pembagian wilayah di Indonesia di bawah Rukun Warga. Rukun Tetangga bukanlah termasuk pembagian administrasi pemerintahan, dan pembentukannya adalah melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Desa atau Kelurahan Rukun Tetangga dipimpin oleh Ketua RT yang dipilih oleh warganya. Sebuah RT terdiri atas sejumlah rumah (kepala keluarga). Singkat cerita RT saya RT01 ada pergantian ketua RT dikarenakan ketua RT sebelumnya wafat. Saat itu ayah saya digadang-gadangkan sebagai calon ketua RT penerusnya tetapi tidak mau. Di RT saya ada bagian wakil ketua RT untuk membantu RT, bagian bendahara, Sekretaris, dan pencatatan jika ada survei-survei pemerintah. hanya itu yang saya tahu tentang RT saya.

        Rukun Warga adalah pembagian wilayah di Indonesia di bawah Desa atau Kelurahan (atau di bawah :Dusun atau Lingkungan Kelurahan). Rukun Warga bukanlah termasuk pembagian administrasi pemerintahan, dan pembentukannya adalah melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Desa atau Kelurahan. Dibawah pemerintahan dari kelurahan Cipinang Cempedak, saya termasuk warga RW 08, Belum lama ini diadakan pemilihan ketua RW baru karena ketua RW sebelumnya Pensiun. Struktur organisasi RW sama saja dengan RT, ada ketua, wakil skretaris, bendahara, dan bagian-bagian lainnya.

       Di lingkungan saya juga ada organisasi pemuda masjid. Organisasi pemuda masjid di lingkungan saya aktif saat ada acara-acara keagamaan, dan menjalankan organisasi masjid setiap hari. Mereka-merekalah yang mengumpulkan dana dari rumah ke rumah untuk acara seperti Qurban, buka puasa bersama, Idul Fitri,dan lain sebagainya.

       Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa / Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Karang Taruna didirikan dengan tujuan memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga, ketrampilan, advokasi, keagamaan dan kesenian. tetapi setelah beberapa tahun ini, karang taruna di rumah saya sudah tidak aktif lagi, tidak ada kegiatan yang dilakukan, karena saya tinggal di RT06 dan terdaftar di RT01 maka saya mencari tahu kegiatan yang ada di Karang Taruna RT06 karena di RT01 tidak mempunyai organisasi karang taruna.

      Ya itulah organisasi-organisasi yang ada di lingkungan rumah saya, terimakasih!!

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_tetangga
https://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_warga
https://id.wikipedia.org/wiki/Karang_Taruna
       

       


        

Pengalaman Berorganisasi

           Dalam tulisan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya dalam berorganisasi. Saya cenderung orang yang tidak terlalu sering berinteraksi dengan lingkungan terlebih untuk mengikuti sebuah organisasi, tetapi saya pernah mengikuti satu organisasi di sekolah semasa SMA. Meskipun tidak berlangsung lama tetapi saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya


              Saat saya kelas X di SMA , ada pemilihan ketua OSIS. Teman saya pun ikut serta sebagai calon ketua OSIS pada tahun ajaran itu. Sebagai sahabat saya pun memiilihnya dan memberikan dukungan kepada sahabat saya itu. Dia memang supel bergaul dan selalu menjadi juara di kelas. Tak disangka setelah dia menang dan terpilih, saya pun juga ikut terpilih menjadi pengurus. 



               Saya  direkrut menjadi OSIS pada bagian Bela Negara. Saya harus melalui acara malam keakraban dan pelantikan sebagai anggota OSIS yang baru. Setelah  acara tersebut selesai, sayapun menjadi  bagian tetap dalam anggota OSIS . Tugas OSIS bela negara adalah mengatur jalannya upacara, saya pun terpilih menjadi anggota  paskibra untuk meramaikan upacara dan lomba antar tingkat di sekolah. tetapi seminggu sebelum perlombaan saya sakit Tifus  sehingga saya batal menjadi anggota paskibra dan digantikan oleh siswa lain.



               Setelah acara lomba 17 Agustus berakhir dan saya sudah pulih, ada acara lomba yang lain ,saya direkrut adalah untuk mengkoordinasi lomba yang diselenggarakan (terutama lomba olahraga seperti basket dan futsal). sebagai junior yang baru memasuki lingkungan yang baru para senior mengarahkan saya bagaimana cara bekerrjasama yang baik sebagai anggota OSIS. Berkat kami , semua lomba yang diselenggarakan berakhir dengan sukses dan lancar.

                 
              Setelah menjadi OSIS cukup lama saya memutuskan keluar dari organisasi sebelum masa jabatan selesai, dikarenakan nilai yang turun drastis dan banyak kegiatan diluar kegiatan akademis yang membuat saya terlalu sibuk. orangtua saya pun meminta saya untuk berhenti setelah itu, maka saya memutuskan keluar dari organisasi.


              Itulah cerita singkat saya saat menjalani organisasi pada masa SMA, meski terbilang sebentar setidaknya saya punya sedikit pengalaman berorganisasi untuk menjadi pengalalaman berharga saat saya ingin menjadi anggota organisasi lain. Mungkin saya akan menjadi anggota BEM FIKTI untuk tahun ajaran yang akan datang, meskipun rencana tahun ini batal karena keahlian public speaking saya yang masih sangat rendah. Ya itulah kisah saya terimakasih!! 



Senin, 29 Juni 2015

Manusia dan Pandangan Hidup

A.        Pengertian Pandangan Hidup dan Ideologi
    
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menuntt waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu, yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh- ak.al, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk_yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
A.    Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
B.   Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan nonna yang terdapat pada negara tersebut.
C.     Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

     Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi. Jika organisasi itu organisasi politik, ideologinya disebut ideologi politik. Jika organisasi itu negara, ideologinya disebut ideologi negara.
Pandangan hidup pada dasamya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita - cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinanikepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.

Ideologi adalah ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Antoine Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit. (definisi ideologi Marxisme).

B.        KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-nonna agama dan etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bennoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur itu terpisah bila manusia meninggal. Karena merupakan pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita-cita sendiri dan sebagainya. Justru karena itu, karena mementingkan diri sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan.
Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup berrnasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.

C.        KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan. Menurut Prof..Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme, dan aliran gabungan.
1.      Aiiran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dengan hukum-hukumnya, secara mutlak dikuasai Tuhan. Manusia sebagai mahluk tidak mampu menguasai alam ini, karena manusia itu lemah. Manusia hanya dapat berusaha/berencana tetapi Tuhan yang menentukan .

Aliran naturalisme berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Lalu mana yang benar ? Yang benar adalah keyakinan. Jika kita yakin Tuhan itu ada, maka kita katakan Tuhan ada. Bagi yang tidak yakin, dikatakan Tuhan tidak ada yang ada hanya natur.

Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaran 'Fuhan yaitu agama. Ajaran agama itu ada dua macam yaitu :

1.      Ajaran agama dogmatis, yang disampaikan oleh Tuhan melalui nabi-nabi. Ajaran agama yang dogmatis bersifat mutlak (absolut), terdapat dalam kitab suci A1-Quran dan Hadist. Sifatnya tetap, tidak berubah-ubah.

2.      Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia, sifatnya relatif (terbatas). Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama termasuk kebudayaan, terdapat dalam buku-buku agama yang ditulis oleh pemuka-pemuka agama. Sifatnya dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman.


Apabila aliran naturalisme ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan. Jadi, pandangan hidup dilandasi oleh ajaran-ajaran Tuhan melalui agamanya. Manusia yakin bahwa kebajikan itu diridhoi oleh Tuhan. pandangan hidup yang dilandasi keyakinan bahwa Tuhanlah kekuasaan tertinggi, yang menentukan segala-galanya disebut pandangan hidup religius (keagamaan).

Sebaliknya, apabila manusia tidak mengakui adanya Tuhan, natur adalah kekuatan tertinggi, maka keyakinan itu bermula dari kekuatan natur. Pandangan hidupnya dilandasi oleh kekuatan natur. Manusia yakin bahwa kebajikan adalah kebajikan natur. Pandangan hidup yang dilandasi oleh kekuatan natur sifatnya atheisme. Ini disebut pandangan hidup komunis.

2.      Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir. Mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi. Teknologi adalah alat bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan hati nurani.
Alcal berasal dari bahasa Arab, artinya kalbu, yang berpusat di hati, sehingga timbul istilah "hati nurani", artinya daya rasa. Di Barat hati nurani ini menipis, justru yang menonjol adalah akal yaitu logika berpikir. Karena itu aliran ini banyak dianut di kalangan Barat. Di Timur orang mengutamakan hati nurani,yang baik menurut akal belum tentu baik menurut hati nurani.
Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal. Benar menunit akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi). Pandangan hidup ini disebut liberalismeKebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat, walaupun tingkah laku dan perbuatan itu bertentangan dengan hati nurani. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. karena itu individu yang berakal (berilmu dan berteknologi tinggi) dapat menguasai individu yang berpikir rendah (bodoh).

3.      Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidalcnya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan ak.al, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi, apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani.
Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomor duakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme.
Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akal dalam aiti baik sebagai logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif pandangan hidup ini disebut sosialime - religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.
Apabila kita kaji maka antara dua pandangan hidup ini terdapat perbedaan pokok. Pandangan hidup sosialisme menekankan pada logika berpikir kolektif, sedangkan pandangan hidup sosialisme religius menenkankan pada logika berpikir kolektif individual. Pandangan hidup sosialisme mengutamakan logika berpikir dari pada hati nurani, sedangkan sosialisme religius mengutamakan kedua-duanya logika berpikir dan hati nurani. Pandangan hidup sosialisme tidak begitu menghiraukan kekuasaan Tuhan, sebaliknya sosialisme religius kekuasaan Tuhan begitu menentukan.


D.        Contoh Kasus

Gerakan Aceh Merdeka atau yang biasa disebut dengan GAM, merupakan organisasi separatisme yang telah berdiri di Aceh sejak tahun 1976. Tujuan didirikannya GAM ini ialah agar Aceh dapat lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan membuat negara kesatuan sendiri dengan nama Nanggroe Aceh Darussalam. Gerakan Aceh Merdeka juga dikenal dengan nama Aceh Sumatera National Liberation Front (ASNLF).

Pada awalnya, GAM adalah sebuah organisasi yang diproklamirkan secara terbatas. Deklarasi GAM yang dikumandangkan oleh Hasan Tiro dilakukan secara diam-diam disebuah kamp kedua yang bertempat di bukit Cokan, Pedalaman Kecamatan Tiro, Pidie. Setahun kemudian, teks tesebut disebarluaskan dalam versi tiga bahasa; Inggris Indonesia, dan Aceh. Penyebaran naskah teks proklamasi GAM ini, terungkap ketika salah seorang anggotanya ditangkap oleh polisi dikarena pemalsuan formulir pemilu di tahun 1977. Sejak itulah, pemerintahan orde baru mengetahui tentang pergerakan bawah tanah di Aceh.

Pada awalnya, gerakan ini terdiri dari sekelompok intelektual yang merasa kecewa atas model pembangunan di Aceh. Hal ini terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan di bawah orang-orang Jawa. Kelompok intelektual ini berasumsi bahwa telah terjadi kolonialisasi Jawa atas masyarakat dan kekayaan alam di Aceh. Untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat, kalangan pemuda, serta tokoh-tokoh agama di Aceh, Hasan Tiro mereproduksi gagasan anti-kolonialisasi Jawa. Gagasan-gagasan Hasan Tiro ini semakin memuncak setelah pemerintah orde baru meng-eksplorasi kekayaan gas alam dan minyak bumi di Aceh Utara sejak awal 1970-an.

Sebab lain terjadinya gerakan separatisme GAM di Aceh, di perkuat oleh dukungan yang datang dari para tokoh Darul Islam (DI) di Aceh yang belum diselesaikan secara tuntas di era orde lama. Tokoh-tokoh DI/TII yang gagal melakukan pemberontakan di Aceh, merasa bahwa dukungan mereka kepada GAM akan dapat membantu Aceh memperoleh kemerdekaannya sendiri.

Sumber :

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab8-manusia_dan_pandangan_hidup.pdf

https://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi

http://www.kompasiana.com/rizkirulya/sekilas-tentang-konflik-aceh_550066458133115318fa7607


Senin, 11 Mei 2015

Manusia dan Penderitaan

Hai bloggers!! kali ini saya akan membahas tentang manusia dan penderitaan. Manusia senantiasa mengaku jika dalam hidupnya selalu mendapat penderitaan, padahal memang pada dasarnya Tuhan tidak pernah memberi penderitaan melainkan ia sendiri yang membuatya. Hal yang akan saya tulis ini adalah pengertian penderitaan, siksaan, kekalutan/gangguan mental, dan sebagainya. mari kita simak tulisan dibawah ini

A. PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan mempakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dari-Nya.
B. SIKSAAN

         Siksaan adalah suatu perlakuan yang sewenang-wenang (seperti menyakiti, menganiaya, dsb). Siksaan juga dapat diartikan sebagai siksaan fisik atau jasmani, siksaan jiwa atau rohani, dan dapat juga berupa siksaan dari keduanya (jasmani dan rohani). Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Dengan siksaan-siksaan itu Tuhan akan menganiaya mereka, namun mereka jugalah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa-dosanya.
Siksaan dapat diartikan juga  sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.

Siksaan yang sifatnya berupa psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan. Kebimbangan yang dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, dan stabil. Sehingga seseorang tersebut merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi seseorang tidak memiliki kemampuan kuat dalam berpikir, masalah kebimbangan akan terasa lama dan sulit untuk diselesaikannya, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi seseorang yang memiliki daya dalam kuat berpikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputusan, sehingga masalah seperti kebimbangan akan cepat dapat diselesaikannya.

Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya.

C. Kekalutan Mental
          Kekalutan mental atau gangguan mental adalah pola psikologis atau perilaku  yang pada umumnya terkait dengan stres atau kelainan mental yang tidak dianggap sebagai bagian dari perkembangan normal manusia. Gangguan tersebut didefinisikan sebagai kombinasi afektif, perilaku, komponen kognitif atau persepsi yang berhubungan dengan fungsi tertentu pada daerah otak atau sistem saraf yang menjalankan fungsi sosial manusia. Penemuan dan pengetahuan tentang kondisi kesehatan mental telah berubah sepanjang perubahan waktu dan perubahan budaya, dan saat ini masih terdapat perbdaan tentang definisi, penilaan dan klasifikasi, meskipun kriteria pedoman standar telah digunakan secara luas. Lebih dari sepertiga orang di sebagian besar negara-negara melaporkan masalah pada satu waktu pada hidup mereka yang memenuhi kriteria salah satu atau beberapa tipe umum dari kelainan mental.

Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
a.       nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
b.       nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-taham gangguan kejiwaan adalah :
a.       gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya
b.    usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita ganuan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
c.       Kekalutan  merupakan titik  patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
a.    kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempuma; hal-ha1 tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kaedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
b.   terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi; misalnya orang pedesaan yang berat menyesuaikan diri dengan kehidupan kota, orang tua yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dari masa jayanya dulu.
c.      cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap  kehidupan sosial; overacting sebagai overcompensatie.
Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah
a.    Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
b.    Negatif : trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.

 D.     PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap manusia pasti mengalann penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah mahluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengarnati penderitaan.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengataasi kesulitan hidup.
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia hanya merencanakan dan Tuhan yang menentukan. Kelalaian manusia merupakan sumber malapetaka yang menimbullcan penderitaan. Penderitaan yang terjadi selain dialami sendiri oleh yang bersangkutan, mungkin juga dialami oleh orang lain. Bahkan mungkin terjadi akibat perbuatan atau kelalaian seseorang, orang lain atau masyarakat menderita.
Apabila kita memperhatikan dan membaca riwayat hidup para pemimpin bangsa, orang-orang besar di dunia, sebagian dari kehidupannya dilalui dengan penderitaan dan penuh perjuangan. Pemimpin kita Bung Kamo dan Bung Hatta berapa lama mendekam dalam penjara kolonial karena perjuangannya memerdekakan bangsa. Demilcian juga pemimpin pemimpin kita yang lain.

E.     PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikiaan dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa material atau tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan mereka dari musibah ini. Bantuan-bantuan ini dilakukan secara perseorangan ataupun melalui organisasi-organisasi sosial, kemudian dikirimkan atau diantarkan langsung ke tempat-tempat kejadian dan tempat-tempat pengungsian.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bemama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul "Arie Hangara".
F. PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitamya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.
B) Penderitaan yang tirnbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

sumber:
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/12/siksa-dan-derita-567932.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Gangguan_mental
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab6-manusia_dan_penderitaan.pdf


Senin, 20 April 2015

Manusia dan Cinta Kasih

Hai semuanya, kali ini saya akan membahas tentang manusia dan cinta kasih. Manusia dalam kehidupannya tidak lepas dari yang namanya cinta dan kasih, entah itu kepada orangtua, teman, tetanggan dan kekasih kita sendiri. Manusia sejatinya tidak bisa hidup sendiri, dia juga butuh perhatian dan kasih sayang agar tetap ada keharmonisan diantaranya. Maka dari itu saya akan membahas poin-poin yang termasuk dalam kaitan manusia dan kasih sayang.

1.      Pengertian Cinta Kasih
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cinta bisa diartikan sebagai “suka sekali”, atau “sayang benar”, cinta  bisa juga diartikan sebagai rasa terpikat kepada lawan jenis. Sedangkan Kasih diartikan sebagai perasaan sayang/cinta terhadap sesuatu . Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, oleh karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (suka sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

2    2.      Cinta Menurut Ajaran Agama
Menurut ajaran agama ,dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri, orang lain, atau istri dan anaknya, hartanya cinta dibagi dalam berbagai bentuk, antara lain:
·         Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang mendatangkan keburukan dan mara bahaya pada dirinya.
Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada sesama manusia dan semua makhluk di muka bumi.
·         Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia hidup dalam keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, manusia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia menyeimbangkan cinta dan kasih sayangnya terhadap oranglain.
·         Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual, sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan istri. Iam merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga. Dorongan seksual melakukan peran penting yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis, dan setelah itu munculah keluarga-keluarga, suku-suku bangsa lain agar kita hidup berdampingan satu sama lain dan dapat saling mengenal.
·         Cinta Kebapakan
Cinta kebapakan adalah dorongan psikis rasa cinta dan kasih sayang seorang ayah kepada anaknya. Tidak seperti cinta dan kasih sayang ibu yang mengandung anaknya sehingga mempunyai ikatan cinta dan kasih sayang secara fisiologis cinta kebapakan meruapakan sebuah sumber kesenangan dan kegembiraaan bagi seorang ayah.
·         Cinta Kepada Tuhan
Cinta yang ikhlas antara manusia dengan Tuhannya akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun akan membuatnya menjadi orang yang cinta pada sesama manusia dan semua makhluk ciptaan Tuhan lainnya, Sebab dalam pandangannya semua wujud yang ada di sekelilingnya mempunyai manifestasi dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-kerinduan spiritualnya dan harapan kalbunya.

3            3.      Kasih Sayang
           Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.            Apabila suatu hubungan cinta diakhiri dengan sebuah pernikahan maka hal ini akan menimbulkan perasaan yang lebih dewasa lagi dan juga menuntut agar suatu hubungan tersebut lebih bertanggung jawab, perasaan inilah yang disebut dengan kasih sayang.
Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar diri masing-masing pihak dituntut untuk tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka. Sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang maka retaklah semua hubungan itu.
Yang dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami-istri saja, anak-anak atau yang telah dewasa, melainkan bayi yang masih merahpun dapat merasakan kasih sayang dari orantuanya. Kasih sayang merupakan dasar komunikasi dalam suatu keluarga, jadi kasih sayang penting perannya dalam membina suatu keluarga agar menjadi keluarga yang baik.

4           4.      Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata dasar ‘mesra’, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya. Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dengan perasaan cinta dan suka kepada seseorang itu berkembang dan mengikat dan membentuk sebuah embrio yang disebut dengan cinta. Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian. Dengan cinta yang sudah dibentuk dan terbentuk itu akan menciptakan suatu kemesraan. Kemesraan cintan membuat orang semakin saling mencintai dan dicintai. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Pada akhirnya dengan perpaduan kasih sayang, cinta dan kemesraan tersebut akan menciptakan suatu keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga maupun dalam menjalin hubungan cinta dengan kekasih kita.

5.      Pemujaan

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.

Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkannya manusia memuja Tuhan.

Pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya, hal ini berarti manusia memohon ampun kepada Tuhannya atas segala dosa-dosanya, memohon perlindungan, dilimpahkan kebijaksanaan, rezeki dan lain sebagainya.

 

6.      Cinta Kasih Erotis

Dalam cinta kasih persaudaraan merupakan cinta kasih antar orang yang sama dan sebanding. Sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadapa orang lemah yang tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara keduanya tetapi mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas hanya seorang saja. Berlawanan dengan 2jenis cinta kasih diatas adalah cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya.
     Cinta kasih erotis seringkali dicampur baurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta. Mulai dari pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba atau sementara saja. Cinta kasih erotis adalah rasa cinta yang dipenuhi oleh nafsu dan rasa ingin lebih memiliki lebih.

 




Jumat, 20 Maret 2015

Manusia dan Kebudayaan

Hai Bloggers!!, kali ini saya akan membuat tulisan tentang manusia dan kebudayaan. Poin-poin yang akan saya bahas kali ini adalah manusia dan hakekatnya, kebudayaan, unsur-unsur kebudayaan dan hubungan manusia dan kebudayaan. Semoga tulisan saya dapat membantu!
1.     Pengertian Manusia
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens  (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primatadari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan  lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau  perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/I, dewasa, dan tua
Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu:
Ø  Jasad : badan kasar manusia yang dapat kita lihat, raba bahkan di foto dan   menempati ruang dan waktu.
Ø  Hayat : mengandung unsur hidup, yang di tandai dengan gerak.
Ø  Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dandmemahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
Ø  Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran akan diri sendiri.(Asy’arie,1992 hal: 62-84).
  
Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung tiga unsur, yaitu:
Ø  Id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak tampak. Id merupakan energi psikis yang irrasional dan terkait dengan sex yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcius). Id diatur oleh  kesenangan yang harus di penuhi,baik secara langsung melalui pengalaman seksual atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
Ø   Ego, sering disebut “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan kepuasan  Id dengan saluran sosial agar dapat di terima oleh masyarakat. Ego diatur oleh  prinsip realitas dan mulai berkembang pada anak antara usia satu dan dua tahun.
Ø  Super ego, merupakan struktur kepribadian terakhir yang muncul kira-kira pada usia  lima tahun. Super ego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu  menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman terinternalisasi. (freud,  dalam Brennan, 1991; hal 205-206).



2.     Hakekat Manusia
Ada beberapa Hakekat manusia secara umum diantaranya :
1.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai kesatuan yang utuh
Tubuh adalah  materi yang dapat dilihat, diraba dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat di dalam tbuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak akan hancur karena jiwa dalah roh sebagai penggerak dan sumber kehidupan.

2.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaan manusia terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh Tuhan dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Manusia mampu menciptakan iptek dengan akalnya, mempertimbangkan nilai-nilai baik dan buruk serta berkehendak.

3.      Makhluk biokultural, yaitu makluk hayati dan budayawi.
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi factor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi, biokimia, bpsikobiologi, patologi, genetika ,biodemografi dan sebgaainya.

4.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estesis, etis, dan religious. Dengan kehidupan estetis, manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkapkan kembali karya dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religious, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.

3.     Kepribadian Dari Bangsa Timur
Manusia mendiami wilayah yang berbeda-beda, ada yang diwilayah Barat, Timur, dan Tengah. Berada dilingkungan yang berbeda membuat kebiasaan, adat istiadat, budaya juga berbeda. Perbedaan budaya tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Indonesia merupakan salah satu bagian dari bangsa timur. Sebagian besar bangsa timur slalumengedepankan norma-norma, moral, etika, dan nilai adat istiadat serta nilai kebudayaannya. Dalam hal kepribadian, Bangsa Timur biasanya memiliki jiwa sosial yang besar dan sikap toleransi yang tinggi, gotong royong, juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bertingkah laku maupun berpakaian . Tak heran bahwa Bangsa Timur sangat terkenal dengan keramah tamahan penduduknya.
Bangsa timur masih memiliki kebiasaan dan adat istiadat yang masih kental. Contohnya saja negara Korea, mereka masih menggunakan hanbok pada saat hari penting. Misalnya pada saat seollal atau di kenal sebagai tahun baru Korea, ulang tahun anak pertama, pernikahan, dan festival yang biasa di rayakan di Korea. Hanbok merupakan pakaian tradisional Korea. Dan pada saat acara pernikahan pada umumnya kedua mempelai diwajibkan minum soju ( arak tradisional korea yang terbuat dari beras fermentasi ).
Kebanyakan bangsa timur juga masih percaya dengan mitos-mitos. Misalkan di Jepang, walaupun tergolong negara maju orang-orang  Jepang biasanya menikah di musim semi karena di percaya bila menikah di musim semi pernikahan mereka akan bahagia. Meraka juga masih percaya dengan hal-hal mistis seperti yang terjadi di Indonesia. Sikap-sikap tersebut telah mencerminkan bahwa kepribadian Bangsa Timur sangat menjunjung tinggi nilai kebudayaan, agama, serta adat istiadat dari bangsa itu sendiri.

4.     Pengetian Kebudayaan
Kata Kebudayaan berasal dari kata sanskerta yakni “buddhayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddhi” yang  berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang bersangkutan-paut dengan akal atau budi.
Kebudayaan adalah hasil karya manusia dalam usahanya mempertahankan hidup, mengembangkan keturunan dan meningkatkan taraf kesejahteraan dengan segala keterbatasan kelengkapan jasmaninya serta sumber- sumber alam yang ada disekitarnya. Kebudayaan boleh dikatakan sebagai perwujudan tanggapan manusia terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi dalam proses penyesuaian diri mereka dengan lingkungan. Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi kerangka landasan bagi mewujudkan dan mendorong terwujudnya kelakuan. Dalam definisi ini, kebudayaan dilhat sebagai "mekanisme kontrol" bagi kelakuan dan tindakan-tindakan manusia (Geertz, 1973a), atau sebagai "pola-pola bagi kelakuan manusia" (Keesing & Keesing, 1971). Dengan demikian kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, resep-resep, rencana-rencana, dan strategi-strategi, yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang digunakan secara kolektif oleh manusia yang memilikinya sesuai dengan lingkungan yang dihadapinya (Spradley, 1972).

5.     Unsur-Unsur Kebudayaan
Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsure-unsur besar maupun unsure-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan. Misalnya dalam kebudayaan indonesis dapa dijumpai unsure besar seperti umpanya Majelis Permusyawaratan Rakyat disamping unsur-unsur kecil seperti sisir, kancing baju, peniti dan lain-lainnya yang dijual di pinggir jalan.
Menurut C.Kluckhorn di dalam  karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsure kebudayaan universal yaitu:
1.     Sistem religi
merupakan produk manusia sebagai homo religious. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang Mahabesar. Oleh karena itu, manusia takut sehingga menyembah-Nya dan  lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2.      Sistem organisasi  kemasyarakatan,
merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah. Maka manusia berfikir untuk menyusun organisasi kemasyarakatan dimana manusia mulai bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

3.     Sistem pengetahuan
merupakan produk dari manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri, disamping itu dapat juga dari pemikiran orang lain. Kemampuan manusia untuk mengingat apa yang telah diketahui, kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui bahasa menyebabkan pengetahuan ini menyebar luas dan disebarkan dari generasi ke generasi.

4.     Sistem mata pencaharian hidup
yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.

5.     Sistem teknologi dan peralatan
merupakan produksi dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas serta dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat menciptakan sekaligus mempergunakan  alat. Dengan alat-alat ciptaannya itu, manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya daripada binatang.


6.     Bahasa
merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode), yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bahasa tulisan.

7.     Kesenian
Merupakan hasil dari manusia sebagai homo esteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya maka manusia butuh untuk memuaskan kebutuhan psikisnya. Manusia tidak semata-mata memuaskan perutnya saja, tetapi keindahan, dan suara yang merdu yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian

6.     Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
·         Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai 
, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan, dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
·         Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati, dan didokumentasikan.
·         Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur, dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

7.     Hubungan Manusia dan Kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu  kesatuan.
Dari sisi lain, hubungan manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan anatara manusia dan masyarakat yang dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini melalui tiga tahap yaitu:
1.      Eksternalisasi: proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalissasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.
2.      Obyektivasi: yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia
3.      Internalisasi: yaitu proses dimana masyarakat isergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dapat hidup dengan baik.

Manusia dan kebudayaan mempunyai hubugan yang sangat erta atau berkaitan satu sama lain. Pada kondisi seperti ini bisa disimpulkan bahwa manusia sendiri yang membuat kebudayaan pada daerahnya msing-masing lalu diturunkan dari generasi ke generasi dan terus dilaksanakan. Tidaklah penting untuk mengetahui mana yang lebih awal muncul, manusia atau kebudayaan karena seperti yang terlihat kebudayaan tidak bersinggungan dari manusia yang menciptakannya.

 Sumber:
elearning Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://amyrhetorica.tumblr.com/post/33563901358/tulisan-1-kepribadian-bangsa-timur-soft-skill