Senin, 11 Mei 2015

Manusia dan Penderitaan

Hai bloggers!! kali ini saya akan membahas tentang manusia dan penderitaan. Manusia senantiasa mengaku jika dalam hidupnya selalu mendapat penderitaan, padahal memang pada dasarnya Tuhan tidak pernah memberi penderitaan melainkan ia sendiri yang membuatya. Hal yang akan saya tulis ini adalah pengertian penderitaan, siksaan, kekalutan/gangguan mental, dan sebagainya. mari kita simak tulisan dibawah ini

A. PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan mempakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dari-Nya.
B. SIKSAAN

         Siksaan adalah suatu perlakuan yang sewenang-wenang (seperti menyakiti, menganiaya, dsb). Siksaan juga dapat diartikan sebagai siksaan fisik atau jasmani, siksaan jiwa atau rohani, dan dapat juga berupa siksaan dari keduanya (jasmani dan rohani). Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Dengan siksaan-siksaan itu Tuhan akan menganiaya mereka, namun mereka jugalah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa-dosanya.
Siksaan dapat diartikan juga  sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.

Siksaan yang sifatnya berupa psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan. Kebimbangan yang dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, dan stabil. Sehingga seseorang tersebut merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi seseorang tidak memiliki kemampuan kuat dalam berpikir, masalah kebimbangan akan terasa lama dan sulit untuk diselesaikannya, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi seseorang yang memiliki daya dalam kuat berpikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputusan, sehingga masalah seperti kebimbangan akan cepat dapat diselesaikannya.

Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya.

C. Kekalutan Mental
          Kekalutan mental atau gangguan mental adalah pola psikologis atau perilaku  yang pada umumnya terkait dengan stres atau kelainan mental yang tidak dianggap sebagai bagian dari perkembangan normal manusia. Gangguan tersebut didefinisikan sebagai kombinasi afektif, perilaku, komponen kognitif atau persepsi yang berhubungan dengan fungsi tertentu pada daerah otak atau sistem saraf yang menjalankan fungsi sosial manusia. Penemuan dan pengetahuan tentang kondisi kesehatan mental telah berubah sepanjang perubahan waktu dan perubahan budaya, dan saat ini masih terdapat perbdaan tentang definisi, penilaan dan klasifikasi, meskipun kriteria pedoman standar telah digunakan secara luas. Lebih dari sepertiga orang di sebagian besar negara-negara melaporkan masalah pada satu waktu pada hidup mereka yang memenuhi kriteria salah satu atau beberapa tipe umum dari kelainan mental.

Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
a.       nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
b.       nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-taham gangguan kejiwaan adalah :
a.       gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya
b.    usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita ganuan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
c.       Kekalutan  merupakan titik  patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
a.    kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempuma; hal-ha1 tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kaedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
b.   terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi; misalnya orang pedesaan yang berat menyesuaikan diri dengan kehidupan kota, orang tua yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dari masa jayanya dulu.
c.      cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap  kehidupan sosial; overacting sebagai overcompensatie.
Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah
a.    Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
b.    Negatif : trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.

 D.     PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap manusia pasti mengalann penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah mahluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengarnati penderitaan.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengataasi kesulitan hidup.
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia hanya merencanakan dan Tuhan yang menentukan. Kelalaian manusia merupakan sumber malapetaka yang menimbullcan penderitaan. Penderitaan yang terjadi selain dialami sendiri oleh yang bersangkutan, mungkin juga dialami oleh orang lain. Bahkan mungkin terjadi akibat perbuatan atau kelalaian seseorang, orang lain atau masyarakat menderita.
Apabila kita memperhatikan dan membaca riwayat hidup para pemimpin bangsa, orang-orang besar di dunia, sebagian dari kehidupannya dilalui dengan penderitaan dan penuh perjuangan. Pemimpin kita Bung Kamo dan Bung Hatta berapa lama mendekam dalam penjara kolonial karena perjuangannya memerdekakan bangsa. Demilcian juga pemimpin pemimpin kita yang lain.

E.     PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikiaan dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa material atau tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan mereka dari musibah ini. Bantuan-bantuan ini dilakukan secara perseorangan ataupun melalui organisasi-organisasi sosial, kemudian dikirimkan atau diantarkan langsung ke tempat-tempat kejadian dan tempat-tempat pengungsian.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bemama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul "Arie Hangara".
F. PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitamya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.
B) Penderitaan yang tirnbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

sumber:
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/12/siksa-dan-derita-567932.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Gangguan_mental
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab6-manusia_dan_penderitaan.pdf


Senin, 20 April 2015

Manusia dan Cinta Kasih

Hai semuanya, kali ini saya akan membahas tentang manusia dan cinta kasih. Manusia dalam kehidupannya tidak lepas dari yang namanya cinta dan kasih, entah itu kepada orangtua, teman, tetanggan dan kekasih kita sendiri. Manusia sejatinya tidak bisa hidup sendiri, dia juga butuh perhatian dan kasih sayang agar tetap ada keharmonisan diantaranya. Maka dari itu saya akan membahas poin-poin yang termasuk dalam kaitan manusia dan kasih sayang.

1.      Pengertian Cinta Kasih
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cinta bisa diartikan sebagai “suka sekali”, atau “sayang benar”, cinta  bisa juga diartikan sebagai rasa terpikat kepada lawan jenis. Sedangkan Kasih diartikan sebagai perasaan sayang/cinta terhadap sesuatu . Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, oleh karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (suka sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

2    2.      Cinta Menurut Ajaran Agama
Menurut ajaran agama ,dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri, orang lain, atau istri dan anaknya, hartanya cinta dibagi dalam berbagai bentuk, antara lain:
·         Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang mendatangkan keburukan dan mara bahaya pada dirinya.
Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada sesama manusia dan semua makhluk di muka bumi.
·         Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia hidup dalam keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, manusia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia menyeimbangkan cinta dan kasih sayangnya terhadap oranglain.
·         Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual, sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan istri. Iam merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga. Dorongan seksual melakukan peran penting yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis, dan setelah itu munculah keluarga-keluarga, suku-suku bangsa lain agar kita hidup berdampingan satu sama lain dan dapat saling mengenal.
·         Cinta Kebapakan
Cinta kebapakan adalah dorongan psikis rasa cinta dan kasih sayang seorang ayah kepada anaknya. Tidak seperti cinta dan kasih sayang ibu yang mengandung anaknya sehingga mempunyai ikatan cinta dan kasih sayang secara fisiologis cinta kebapakan meruapakan sebuah sumber kesenangan dan kegembiraaan bagi seorang ayah.
·         Cinta Kepada Tuhan
Cinta yang ikhlas antara manusia dengan Tuhannya akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun akan membuatnya menjadi orang yang cinta pada sesama manusia dan semua makhluk ciptaan Tuhan lainnya, Sebab dalam pandangannya semua wujud yang ada di sekelilingnya mempunyai manifestasi dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-kerinduan spiritualnya dan harapan kalbunya.

3            3.      Kasih Sayang
           Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.            Apabila suatu hubungan cinta diakhiri dengan sebuah pernikahan maka hal ini akan menimbulkan perasaan yang lebih dewasa lagi dan juga menuntut agar suatu hubungan tersebut lebih bertanggung jawab, perasaan inilah yang disebut dengan kasih sayang.
Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar diri masing-masing pihak dituntut untuk tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka. Sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang maka retaklah semua hubungan itu.
Yang dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami-istri saja, anak-anak atau yang telah dewasa, melainkan bayi yang masih merahpun dapat merasakan kasih sayang dari orantuanya. Kasih sayang merupakan dasar komunikasi dalam suatu keluarga, jadi kasih sayang penting perannya dalam membina suatu keluarga agar menjadi keluarga yang baik.

4           4.      Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata dasar ‘mesra’, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya. Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dengan perasaan cinta dan suka kepada seseorang itu berkembang dan mengikat dan membentuk sebuah embrio yang disebut dengan cinta. Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian. Dengan cinta yang sudah dibentuk dan terbentuk itu akan menciptakan suatu kemesraan. Kemesraan cintan membuat orang semakin saling mencintai dan dicintai. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Pada akhirnya dengan perpaduan kasih sayang, cinta dan kemesraan tersebut akan menciptakan suatu keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga maupun dalam menjalin hubungan cinta dengan kekasih kita.

5.      Pemujaan

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.

Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkannya manusia memuja Tuhan.

Pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya, hal ini berarti manusia memohon ampun kepada Tuhannya atas segala dosa-dosanya, memohon perlindungan, dilimpahkan kebijaksanaan, rezeki dan lain sebagainya.

 

6.      Cinta Kasih Erotis

Dalam cinta kasih persaudaraan merupakan cinta kasih antar orang yang sama dan sebanding. Sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadapa orang lemah yang tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara keduanya tetapi mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas hanya seorang saja. Berlawanan dengan 2jenis cinta kasih diatas adalah cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya.
     Cinta kasih erotis seringkali dicampur baurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta. Mulai dari pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba atau sementara saja. Cinta kasih erotis adalah rasa cinta yang dipenuhi oleh nafsu dan rasa ingin lebih memiliki lebih.

 




Jumat, 20 Maret 2015

Manusia dan Kebudayaan

Hai Bloggers!!, kali ini saya akan membuat tulisan tentang manusia dan kebudayaan. Poin-poin yang akan saya bahas kali ini adalah manusia dan hakekatnya, kebudayaan, unsur-unsur kebudayaan dan hubungan manusia dan kebudayaan. Semoga tulisan saya dapat membantu!
1.     Pengertian Manusia
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens  (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primatadari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan  lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau  perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/I, dewasa, dan tua
Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu:
Ø  Jasad : badan kasar manusia yang dapat kita lihat, raba bahkan di foto dan   menempati ruang dan waktu.
Ø  Hayat : mengandung unsur hidup, yang di tandai dengan gerak.
Ø  Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dandmemahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
Ø  Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran akan diri sendiri.(Asy’arie,1992 hal: 62-84).
  
Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung tiga unsur, yaitu:
Ø  Id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak tampak. Id merupakan energi psikis yang irrasional dan terkait dengan sex yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcius). Id diatur oleh  kesenangan yang harus di penuhi,baik secara langsung melalui pengalaman seksual atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
Ø   Ego, sering disebut “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan kepuasan  Id dengan saluran sosial agar dapat di terima oleh masyarakat. Ego diatur oleh  prinsip realitas dan mulai berkembang pada anak antara usia satu dan dua tahun.
Ø  Super ego, merupakan struktur kepribadian terakhir yang muncul kira-kira pada usia  lima tahun. Super ego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu  menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman terinternalisasi. (freud,  dalam Brennan, 1991; hal 205-206).



2.     Hakekat Manusia
Ada beberapa Hakekat manusia secara umum diantaranya :
1.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai kesatuan yang utuh
Tubuh adalah  materi yang dapat dilihat, diraba dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat di dalam tbuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak akan hancur karena jiwa dalah roh sebagai penggerak dan sumber kehidupan.

2.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaan manusia terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh Tuhan dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Manusia mampu menciptakan iptek dengan akalnya, mempertimbangkan nilai-nilai baik dan buruk serta berkehendak.

3.      Makhluk biokultural, yaitu makluk hayati dan budayawi.
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi factor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi, biokimia, bpsikobiologi, patologi, genetika ,biodemografi dan sebgaainya.

4.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estesis, etis, dan religious. Dengan kehidupan estetis, manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkapkan kembali karya dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religious, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.

3.     Kepribadian Dari Bangsa Timur
Manusia mendiami wilayah yang berbeda-beda, ada yang diwilayah Barat, Timur, dan Tengah. Berada dilingkungan yang berbeda membuat kebiasaan, adat istiadat, budaya juga berbeda. Perbedaan budaya tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Indonesia merupakan salah satu bagian dari bangsa timur. Sebagian besar bangsa timur slalumengedepankan norma-norma, moral, etika, dan nilai adat istiadat serta nilai kebudayaannya. Dalam hal kepribadian, Bangsa Timur biasanya memiliki jiwa sosial yang besar dan sikap toleransi yang tinggi, gotong royong, juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bertingkah laku maupun berpakaian . Tak heran bahwa Bangsa Timur sangat terkenal dengan keramah tamahan penduduknya.
Bangsa timur masih memiliki kebiasaan dan adat istiadat yang masih kental. Contohnya saja negara Korea, mereka masih menggunakan hanbok pada saat hari penting. Misalnya pada saat seollal atau di kenal sebagai tahun baru Korea, ulang tahun anak pertama, pernikahan, dan festival yang biasa di rayakan di Korea. Hanbok merupakan pakaian tradisional Korea. Dan pada saat acara pernikahan pada umumnya kedua mempelai diwajibkan minum soju ( arak tradisional korea yang terbuat dari beras fermentasi ).
Kebanyakan bangsa timur juga masih percaya dengan mitos-mitos. Misalkan di Jepang, walaupun tergolong negara maju orang-orang  Jepang biasanya menikah di musim semi karena di percaya bila menikah di musim semi pernikahan mereka akan bahagia. Meraka juga masih percaya dengan hal-hal mistis seperti yang terjadi di Indonesia. Sikap-sikap tersebut telah mencerminkan bahwa kepribadian Bangsa Timur sangat menjunjung tinggi nilai kebudayaan, agama, serta adat istiadat dari bangsa itu sendiri.

4.     Pengetian Kebudayaan
Kata Kebudayaan berasal dari kata sanskerta yakni “buddhayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddhi” yang  berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang bersangkutan-paut dengan akal atau budi.
Kebudayaan adalah hasil karya manusia dalam usahanya mempertahankan hidup, mengembangkan keturunan dan meningkatkan taraf kesejahteraan dengan segala keterbatasan kelengkapan jasmaninya serta sumber- sumber alam yang ada disekitarnya. Kebudayaan boleh dikatakan sebagai perwujudan tanggapan manusia terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi dalam proses penyesuaian diri mereka dengan lingkungan. Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi kerangka landasan bagi mewujudkan dan mendorong terwujudnya kelakuan. Dalam definisi ini, kebudayaan dilhat sebagai "mekanisme kontrol" bagi kelakuan dan tindakan-tindakan manusia (Geertz, 1973a), atau sebagai "pola-pola bagi kelakuan manusia" (Keesing & Keesing, 1971). Dengan demikian kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, resep-resep, rencana-rencana, dan strategi-strategi, yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang digunakan secara kolektif oleh manusia yang memilikinya sesuai dengan lingkungan yang dihadapinya (Spradley, 1972).

5.     Unsur-Unsur Kebudayaan
Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsure-unsur besar maupun unsure-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan. Misalnya dalam kebudayaan indonesis dapa dijumpai unsure besar seperti umpanya Majelis Permusyawaratan Rakyat disamping unsur-unsur kecil seperti sisir, kancing baju, peniti dan lain-lainnya yang dijual di pinggir jalan.
Menurut C.Kluckhorn di dalam  karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsure kebudayaan universal yaitu:
1.     Sistem religi
merupakan produk manusia sebagai homo religious. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang Mahabesar. Oleh karena itu, manusia takut sehingga menyembah-Nya dan  lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2.      Sistem organisasi  kemasyarakatan,
merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah. Maka manusia berfikir untuk menyusun organisasi kemasyarakatan dimana manusia mulai bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

3.     Sistem pengetahuan
merupakan produk dari manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri, disamping itu dapat juga dari pemikiran orang lain. Kemampuan manusia untuk mengingat apa yang telah diketahui, kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui bahasa menyebabkan pengetahuan ini menyebar luas dan disebarkan dari generasi ke generasi.

4.     Sistem mata pencaharian hidup
yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.

5.     Sistem teknologi dan peralatan
merupakan produksi dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas serta dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat menciptakan sekaligus mempergunakan  alat. Dengan alat-alat ciptaannya itu, manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya daripada binatang.


6.     Bahasa
merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode), yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bahasa tulisan.

7.     Kesenian
Merupakan hasil dari manusia sebagai homo esteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya maka manusia butuh untuk memuaskan kebutuhan psikisnya. Manusia tidak semata-mata memuaskan perutnya saja, tetapi keindahan, dan suara yang merdu yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian

6.     Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
·         Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai 
, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan, dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
·         Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati, dan didokumentasikan.
·         Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur, dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

7.     Hubungan Manusia dan Kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu  kesatuan.
Dari sisi lain, hubungan manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan anatara manusia dan masyarakat yang dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini melalui tiga tahap yaitu:
1.      Eksternalisasi: proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalissasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.
2.      Obyektivasi: yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia
3.      Internalisasi: yaitu proses dimana masyarakat isergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dapat hidup dengan baik.

Manusia dan kebudayaan mempunyai hubugan yang sangat erta atau berkaitan satu sama lain. Pada kondisi seperti ini bisa disimpulkan bahwa manusia sendiri yang membuat kebudayaan pada daerahnya msing-masing lalu diturunkan dari generasi ke generasi dan terus dilaksanakan. Tidaklah penting untuk mengetahui mana yang lebih awal muncul, manusia atau kebudayaan karena seperti yang terlihat kebudayaan tidak bersinggungan dari manusia yang menciptakannya.

 Sumber:
elearning Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://amyrhetorica.tumblr.com/post/33563901358/tulisan-1-kepribadian-bangsa-timur-soft-skill