Rabu, 25 November 2015

Konflik Organisasi

      Konfilk Organisasi
http://josephinejoe.files.wordpress.com/2012/09/logo_gunadarma-1.jpg
 
















Disusun oleh :   
·         Bayu Aji Pratama
·         Hamzah Ramadhan
·         Kemas Aziz
·         M. Anggi
·         Rr Farah Fadhilah K.
·         Usman Rachman

     Teori Organisasi Umum : Kelompok 5
     Kelas: 2KA14


KATA PENGANTAR


            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya makalah ini dapat disusun dengan baik dan tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan wawasan kepada teman-teman yang belum mengetahui lebih dalam tentang Konflik Organisasi
Kami berterima kasih kepada Ibu Lista Kuspriatni selaku dosen Teori Organisasi Umum  yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada kami dalam penyusunan makalah ini.
Kami sadar penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran guna meningkatkan kinerja penyusun agar menjadi lebih baik.
Kami berharap semoga makalah ini dapat memberi pengetahuan yang lebih mendalam tentang Konflik Organisasi,  dan dapat dipahami dengan mudah.   



Jakarta, 15 November 2015



          Tim Penyusun


DAFTAR ISI




I. PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Hampir setiap har kita menyaksikan,membaca, dan bahkan mungkin mengalami sendiri situasi konflik dengan berbagai akibatnya baik bagi diri sendiri, kelompok maupun organisasi. Aneka peristiwa yang terjadi pada organisasi sosial, politik, kebudayaan dan bisnis di sekitar kita dapat menjadi rujukan yang kaya dengan contoh-contoh konflik
Peristiwa unjuk rasa pekerja yang menuntut perbaikan nasib(sosial), kongres parpol yang gagal mengusung gubernur atau recycling DPRD dan parpolnya, pertikaian masalah kepemimpinan di perguruan tinggi, konflik mahasiswa dengan rektornya dan konflik di dalam Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) yang melahirkan masalah di balik terjadinya kredit macet di bank(bisnis) adalah sebagian kecil konflik yang ada di sekitar kita.

Kesemua contoh di atas bersumber dari berita-berita yang pernah dimuat secara terbuka oleh media massa. Berbagai situasi konflik yang lain yang tidak muncul ke permukaan atau tidak dipublikasikan ternyata lebih banyak. Dengan demikian, kiranya tidak salah jika dikatakan bahwa konflik adalah sesuatu yang selalu ada, dan tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan kita termasuk kehidupan berorganisasi.

Pada makalah kali ini kami akan menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan konflik.

1.2         Tujuan

Tujuan penyusunan makalah ini yaitu untuk melengkapi tugas dari mata kuliah Teori Organisasi Umum , penulis juga berharap makalah ini bisa dijadikan untuk bahan belajar khususnya tentang konflik. Selain itu penulis juga berharap makalah selanjutnya akan lebih baik lagi dari makalah-makalah sebelumnya.

1.3         Rumusan Masalah

1.    Pengertian Konflik
2.    Pandangan Terhadap Konflik
3.    Jenis-Jenis Konflik
4.    Sebab-Sebab Konflik
5.    Akibat-Akibat Konflik
6.    Proses Konflik
7.    Strategi dalam Manajemen Konflik
8.    Penerapan Strategi Penanganan Konflik




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II. PEMBAHASAN


2.1          Pengertian Konflik

Apakah yang dimaksud dengan konfik itu? Ada banyak defini yang di temui dalam berbagi literatur manajemn daan perilaku organisasi. Ada 2 definisi tentang konflik yaitu :

1.    Robbin (1991) menyatakan bahwa konflik sebagai “(Suatu proses dengan mana usaha yang dilakukan oleh A untuk mengimbangi usaha-usaha B dengan cara merintangi yang menyembutkan B frustasi dalam mencapai tujuan atau meningkatkan keinginannya).

2.    Albanase (1981) memberi rumusan pengertian konflik sebagai sebagai “(kondisi yang di persepsikan ada diantaranya pihak-pihak atau lebih merasakan adanya ketidaksesuaian tujuan dan (b) peluang untuk mencampuri usaha pencapaian tujuan pihak lain).

Dari kedua defini diatas sekiranya dapat dipahami bahwa konflik itu dasarnya adalah proses yang dinamis, dan keberadaannya lebih banyak menyangkut persepsi dari orang atau pihak yang mengalami dan merasakannya.

2.2         Pandangan Terhadap Konflik 

Meskipun konflik itu mengandung makna pertentangan atau ketidaksesuaian, ternyata pandangan para ahli tentang kedudukan dan peran konflik bagi kelompok dan organisasi pun bermacam-macam.

Ada 3 aliran dalam pandangan terhadap konflik, yaitu :

a.    Pandangan Tradisional : Salah satu aliran pemikiran menyatakan bahwa konflik itu harus dihindarkan, karena itu menunjukkan adanya kerusakan fungsi dalah kelompok .

b.    Pandangan Hubungan Kemanusiaan : menyatakan bahwa konflik adalah suatu yang alami dan merupakan hal yang tidak dapat di kesampingkan dalam setiap kelompok.

c.    Pandangan Paham interaksionis : menyatakan bahwa konflik tidak hanya dapat menjadi kekuatan yang positif di dalam kelompok, tapi justru mutlak perlu bagi kelompok agar dapat menghasilkan kinerja yang efektif.

 

 

2.3         Jenis – Jenis Konflik

Jenis –jenis konfik dibagi atau dibedakan dalam beberapa perspekti, yaitu :

a.    Konfik Intra Individu : yaitu konfik yang di hadapi atau di alami oleh individu dengan dirinya sendiri karena  adanya tekanan peran dan ekspektasi di luar yang berbeda dengan keinginan atau harapannya,

b.    Konflik Antar Individu : yaitu konflik yang terjadi antara individu yang berada dalam satu kelompok ataupun antara inividu yang berada di kelompok yang berbeda

c.    Konflik Antar Kelompok : yaitu konflik yang bersifat kolektif antara satu kelompok dengan kelompok yang lain

d.    Konflik Organisasi : yaitu konflik yang terjadi antar unit-unit organisasi yang dapat bersifat struktural dan fungsional

2.4         Sebab - Sebab Konflik

Sebab  - sebab terjadinya konflik ada bermacam-macam, yaitu :

(1). Saling bergantungan (Interdependence)

Saling bergantung dalam pekerjaan terjadi jika dua kelompok organisasi atau lebih saling membutuhkan satu sam lain dalam menyelesaikan tugasnya.

Ada 3 situasi saling bergantungan diantaranya, yaitu :

a.    Ketergantungan yang dikelompokan

Tiap – tiap  kelompok kerja sendiri-sendiri dan tidak memerlukan interaksi antara satu kelompok dengan kelompok lain.

b.    Ketergantungan yang berurutan

Penyelesaian tugas oleh kelompok yang satu akan menentukan pelaksanaan tugas oleh kelompok berikutnya.

c.    Ketergantungan  ttimbal balik

Situasi dimana keluaran (hasil kerja) dari kelompok yang satu menjadi masukan bagi kelompok yang lain.

(2). Perbedaan Tujuan

Perbedaan tujuan diantara berbagai kelompok atau unit (satuan) dalam organisasi.

(3). Akibat – Akibat Konflik

Perbedaan tujuan dapat disertai dengan presepsi yang berbeda tentang suatu realita, dan ketidaksepakatan terhadap penyebab realita itu akan menimbulkan konflik.

2.5         Akibat – Akibat Konflik

Secara Common sense konflik itu berkonotasi negatidf dan berakibat buruk bagi organisasi.  Karenanya, konflik perlu dihindari, dileyapkan dan dilawan.

 Secara spesifik, konflik memliki efekfungsional dan efek disfungsional. Konflik yang fungsional yang berdampak positif dan menguntungkan bagi efektifitas organisasi. Di lain pihak yang disfungsional adalah konflik yang berdampak destruktif dan merusak efektifitas organisasi.

Jadi disinilah pentingnya peranan para manajer atau pemimpin organisasi, yaitu pandai mengidentifikasi konflik dan menetapkan langkah yang tepat, pakah memelihara konflik atau menghilangkannya.

 

2.6         Proses Konflik

Seperti yang dikatakan di atas bahwa konflik adalah proses yang dinamis. Maksudnya, di dalam konflik terdapat urutan waktu dan serangkaian peristiwa. Ada bebrapa rangkaian tahap dalam suatu konflik, yaitu :

a.    Latent conflict : yaitu tahap munculnya faktor – faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik di dalam organisasi.

b.    Perceived conflict : yaitu tahap dimana salah satu pihak memandang pihak lain seperti akan menghambat atau mengancam pencapaian tujuan.

c.    Felt conflict : yaitu tahap dimana konfilk tidak hanya sekedar di pandang atau di anggap ada, tetapi benar-benar dirasakan dan di kenali keberadaannya.

d.    Manisfest conflict : yaitu tahap dimana suatu tertentu sudah di tunjukan sebagai pertanda adanya konfilk

e.    Conflict resolution : yaitu tahap diman konflik yang ada diselesaikan atau ditekan dengan berbagai macam cara dan pendekatan

f.     Conflict aftermath : yaitu tahap ini mewakili kondisi yang dihasilkan  oleh proses sebelumnya (penyelesaian konflik). Jika konflik benar benar telah terselesaikan, maka hal itu akan meningkatkan hubungan diantara program para organisasi.

2.7         Strategi Manajemen Konflik

Bagaimana konflik yang ada harus dikelola dengan baik supaya memberikan efek yang positif bagi orgamisasi. Adapun penanganannya seperti ini, yaitu :

a.    Kompetisi

b.    Kaloborasi

c.    Penghindaran

d.    Akomodasi

e.    Kompromi

2.8         Penerapan Strategi Penanganan Konflik

Perlu disadari bahwa tak ada satu pun dari strategi pendekatan konflik di atas yang cocok untuk semua konflik. Sebab, pada situasi konflik tertentu suatu strategi boleh jadi lebih tepat digunakan daripada strategi yang lain, atau satu pendekatan tertentu lebih cocok untuk suatu yang tertentu pula.  

 

  

 

 

 

 





III. PENUTUP

3.1         Kesimpulan dan Saran

 Dari Paparan atau penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan makalah “Konfik Organisasi” kami menyimpulkan bahwa Kehadiran konflik dalam suatu organisasi tidak dapat dihindarkan tetapi hanya dapat diminimalisir. Konflik dalam organisasi dapat terjadi antara individu dengan individu, baik individu pimpinan maupun individu karyawan, konflik individu dengan kelompok maupun konflik antara kelompok tertentu dengan kelompok yang lain. Tidak semua konflik merugikan organisasi. Konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat berujung pada keuntungan organisasi sebagai suatu kesatuan, sebaliknya apabila konflik tidak ditangani dengan baik serta mengalami eskalasi secara terbuka dapat merugikan kepentingan organisasi. Konflik dapat terjadi dalam organisasi apapun. Untuk itulah manajer atau pimpinan dalam organisasi harus mampu mengelola konflik yang terdapat dalam organisasi secara baik agar tujuan organisasi dapat tercapai tanpa hambatan-hambatan yang menciptakan terjadinya konflik.
Terdapat banyak cara dalam penanganan suatu konflik. Manajer atau pimpinan harus mampu mendiagnosis sumber konflik serta memilih strategi pengelolaan konflik yang sesuai sehingga diperoleh solusi tepat atas konflik tersebut. Dengan pola pengelolaan konflik yang baik maka akn diperoleh pengalaman dalam menangani berbagai macam konflik yang akan selalu terus terjadi dalam organisasi.
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.

Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan. Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. Pada kesempatan lain akan kami jelaskan tentang daftar pustaka makalah.






Jumat, 30 Oktober 2015

Internet of Things: When all things get connected




Hai ketemu lagi dengan saya di blog ini. Kali ini saya akan membahas tentang Internet of Things. Seiring perkembangan jaman tuntutan untuk menuju peradaban yang lebih maju sangat besar, karena cara-cara konvensional sudah dianggap kuno dan merepotkan. Karena internet sudah ditemukan dan manfaat yang dirasakan sangat besar sekali, maka para ilmuan memutuskan untuk menggunakan internet tidak hanya pada smartphone,pc dan tablet tetapi juga ke berbagai benda, dimana benda-benda tersebut akan tersambung melalui jaringan local maupun global menggunakan actuator atau sensor yang tertanam pada benda-benda tersebut. Internet of Things ini adalah salah satu inovasi terbaru dalam pengembangan penggunaan internet dengan lebih luas lagi sehingga dapat berguna di segala aspek kehidupan.

Istilah Internet of Things bermula saat September 1991, Mark Weiser dengan Xerox PARC menerbitkan artikel yang menjelaskan tentang masa depan dimana elemen-elemen hardware dan software dihubungkan dengan kabel, gelombang radio dan infrared akan menjadi hal yang terdapat dimana-mana dan tidak ada satu orang pun yang menyadari keberadaannya. Setelah menjadi bahan perbincangan dan pada khirnya di tahun 1999 Kevin Ashton menyebutkan istilah Internet of Things untuk pertama kalinya

Internet of Things bisa saya definisikan sebagai sebuah inovasi untuk mengkoneksikan internet ke berbagai benda nyata, tidak hanya smartphone, computer dan tablet saja, tetapi idenya seperti yang sudah ada saat ini, contohnya perangkat wearable google glass, smartwatch, dan peralatan rumah tangga canggih seperti Google Nest dan Samsung Smart Home. Perangkat-perangkat tersebut dapat diakses melalui aplikasi pada smartphone, cukup mengendalikan alat-alat ini dimanapun anda berada maka apa yang ingin anda kendalikan dengan benda itu akan dilakukan secara otomatis.




Menurut salah satu perusahaan IT terbesar Cisco diprediksi pada tahun 2015 ini adalah awal kebangkitan dari Internet Of Things, dan pada tahun 2020 akan ada 50 milyar alat yang terhubung dengan internet dan 400 juta diantaranya adalah perangkat yang dapat dipakai/wearables.

Pada perangkat yang sangat banyak tersebut diharapkan IoT akan diterapkan salah satunya seperti Smart City: yaitu pembuatan kota pintar dimana akan dipasang sensor-sensor di seluruh sudut kota,  contohnya kalau anda mau lihat tempat parkir kosong bisa liat via smartphone, lampu-lampu taman  dan jalanan bisa menyala otomatis menjelang malam dan mungkin yang sudah kita terapkan e-Goverment , e-budgeting dan lain-lain

Salah satu yang menjadi perhatian setelah adanya IoT yang akan diimplementasikan dimana-mana adalah meningkatnya volume data dunia. Intel memperkirakaan jika pada tahun 2020 nanti volume data dunia akan mencapai 44 zettabyte atau setara dengan 44 triliun gigabyte. Selain masalah volume data ada juga masalah keamanan data pribadi dari para pengguna.

Itu saja yang bisa saya  mengerti mengenai Internet of Things, kalau ada kesalahan saya mohon maaf karena kita sama-sama belajar, bye!!

Sumber:

Sabtu, 17 Oktober 2015

Organisasi di Sekitar Lingkungan

        Setiap lingkungan tempat tinggal pastilah ada organisasi yang berdiri di lingkungan sekitar tempat tinggal. Entah itu Rukun Tetangga, Rukun Warga, Karang Taruna, Pemuda masjid, dan lain sebagainya. Pada tulisan kali ini saya akan menceritakan beberapa Organisasi yang ada di lingkungan rumah saya.
   
        Rukun Tetangga (RT) adalah pembagian wilayah di Indonesia di bawah Rukun Warga. Rukun Tetangga bukanlah termasuk pembagian administrasi pemerintahan, dan pembentukannya adalah melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Desa atau Kelurahan Rukun Tetangga dipimpin oleh Ketua RT yang dipilih oleh warganya. Sebuah RT terdiri atas sejumlah rumah (kepala keluarga). Singkat cerita RT saya RT01 ada pergantian ketua RT dikarenakan ketua RT sebelumnya wafat. Saat itu ayah saya digadang-gadangkan sebagai calon ketua RT penerusnya tetapi tidak mau. Di RT saya ada bagian wakil ketua RT untuk membantu RT, bagian bendahara, Sekretaris, dan pencatatan jika ada survei-survei pemerintah. hanya itu yang saya tahu tentang RT saya.

        Rukun Warga adalah pembagian wilayah di Indonesia di bawah Desa atau Kelurahan (atau di bawah :Dusun atau Lingkungan Kelurahan). Rukun Warga bukanlah termasuk pembagian administrasi pemerintahan, dan pembentukannya adalah melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Desa atau Kelurahan. Dibawah pemerintahan dari kelurahan Cipinang Cempedak, saya termasuk warga RW 08, Belum lama ini diadakan pemilihan ketua RW baru karena ketua RW sebelumnya Pensiun. Struktur organisasi RW sama saja dengan RT, ada ketua, wakil skretaris, bendahara, dan bagian-bagian lainnya.

       Di lingkungan saya juga ada organisasi pemuda masjid. Organisasi pemuda masjid di lingkungan saya aktif saat ada acara-acara keagamaan, dan menjalankan organisasi masjid setiap hari. Mereka-merekalah yang mengumpulkan dana dari rumah ke rumah untuk acara seperti Qurban, buka puasa bersama, Idul Fitri,dan lain sebagainya.

       Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa / Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Karang Taruna didirikan dengan tujuan memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga, ketrampilan, advokasi, keagamaan dan kesenian. tetapi setelah beberapa tahun ini, karang taruna di rumah saya sudah tidak aktif lagi, tidak ada kegiatan yang dilakukan, karena saya tinggal di RT06 dan terdaftar di RT01 maka saya mencari tahu kegiatan yang ada di Karang Taruna RT06 karena di RT01 tidak mempunyai organisasi karang taruna.

      Ya itulah organisasi-organisasi yang ada di lingkungan rumah saya, terimakasih!!

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_tetangga
https://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_warga
https://id.wikipedia.org/wiki/Karang_Taruna
       

       


        

Pengalaman Berorganisasi

           Dalam tulisan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya dalam berorganisasi. Saya cenderung orang yang tidak terlalu sering berinteraksi dengan lingkungan terlebih untuk mengikuti sebuah organisasi, tetapi saya pernah mengikuti satu organisasi di sekolah semasa SMA. Meskipun tidak berlangsung lama tetapi saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya


              Saat saya kelas X di SMA , ada pemilihan ketua OSIS. Teman saya pun ikut serta sebagai calon ketua OSIS pada tahun ajaran itu. Sebagai sahabat saya pun memiilihnya dan memberikan dukungan kepada sahabat saya itu. Dia memang supel bergaul dan selalu menjadi juara di kelas. Tak disangka setelah dia menang dan terpilih, saya pun juga ikut terpilih menjadi pengurus. 



               Saya  direkrut menjadi OSIS pada bagian Bela Negara. Saya harus melalui acara malam keakraban dan pelantikan sebagai anggota OSIS yang baru. Setelah  acara tersebut selesai, sayapun menjadi  bagian tetap dalam anggota OSIS . Tugas OSIS bela negara adalah mengatur jalannya upacara, saya pun terpilih menjadi anggota  paskibra untuk meramaikan upacara dan lomba antar tingkat di sekolah. tetapi seminggu sebelum perlombaan saya sakit Tifus  sehingga saya batal menjadi anggota paskibra dan digantikan oleh siswa lain.



               Setelah acara lomba 17 Agustus berakhir dan saya sudah pulih, ada acara lomba yang lain ,saya direkrut adalah untuk mengkoordinasi lomba yang diselenggarakan (terutama lomba olahraga seperti basket dan futsal). sebagai junior yang baru memasuki lingkungan yang baru para senior mengarahkan saya bagaimana cara bekerrjasama yang baik sebagai anggota OSIS. Berkat kami , semua lomba yang diselenggarakan berakhir dengan sukses dan lancar.

                 
              Setelah menjadi OSIS cukup lama saya memutuskan keluar dari organisasi sebelum masa jabatan selesai, dikarenakan nilai yang turun drastis dan banyak kegiatan diluar kegiatan akademis yang membuat saya terlalu sibuk. orangtua saya pun meminta saya untuk berhenti setelah itu, maka saya memutuskan keluar dari organisasi.


              Itulah cerita singkat saya saat menjalani organisasi pada masa SMA, meski terbilang sebentar setidaknya saya punya sedikit pengalaman berorganisasi untuk menjadi pengalalaman berharga saat saya ingin menjadi anggota organisasi lain. Mungkin saya akan menjadi anggota BEM FIKTI untuk tahun ajaran yang akan datang, meskipun rencana tahun ini batal karena keahlian public speaking saya yang masih sangat rendah. Ya itulah kisah saya terimakasih!! 



Senin, 29 Juni 2015

Manusia dan Pandangan Hidup

A.        Pengertian Pandangan Hidup dan Ideologi
    
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menuntt waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu, yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh- ak.al, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk_yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
A.    Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
B.   Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan nonna yang terdapat pada negara tersebut.
C.     Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

     Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi. Jika organisasi itu organisasi politik, ideologinya disebut ideologi politik. Jika organisasi itu negara, ideologinya disebut ideologi negara.
Pandangan hidup pada dasamya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita - cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinanikepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.

Ideologi adalah ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Antoine Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit. (definisi ideologi Marxisme).

B.        KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-nonna agama dan etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bennoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur itu terpisah bila manusia meninggal. Karena merupakan pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita-cita sendiri dan sebagainya. Justru karena itu, karena mementingkan diri sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan.
Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup berrnasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.

C.        KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan. Menurut Prof..Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme, dan aliran gabungan.
1.      Aiiran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dengan hukum-hukumnya, secara mutlak dikuasai Tuhan. Manusia sebagai mahluk tidak mampu menguasai alam ini, karena manusia itu lemah. Manusia hanya dapat berusaha/berencana tetapi Tuhan yang menentukan .

Aliran naturalisme berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Lalu mana yang benar ? Yang benar adalah keyakinan. Jika kita yakin Tuhan itu ada, maka kita katakan Tuhan ada. Bagi yang tidak yakin, dikatakan Tuhan tidak ada yang ada hanya natur.

Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaran 'Fuhan yaitu agama. Ajaran agama itu ada dua macam yaitu :

1.      Ajaran agama dogmatis, yang disampaikan oleh Tuhan melalui nabi-nabi. Ajaran agama yang dogmatis bersifat mutlak (absolut), terdapat dalam kitab suci A1-Quran dan Hadist. Sifatnya tetap, tidak berubah-ubah.

2.      Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia, sifatnya relatif (terbatas). Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama termasuk kebudayaan, terdapat dalam buku-buku agama yang ditulis oleh pemuka-pemuka agama. Sifatnya dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman.


Apabila aliran naturalisme ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan. Jadi, pandangan hidup dilandasi oleh ajaran-ajaran Tuhan melalui agamanya. Manusia yakin bahwa kebajikan itu diridhoi oleh Tuhan. pandangan hidup yang dilandasi keyakinan bahwa Tuhanlah kekuasaan tertinggi, yang menentukan segala-galanya disebut pandangan hidup religius (keagamaan).

Sebaliknya, apabila manusia tidak mengakui adanya Tuhan, natur adalah kekuatan tertinggi, maka keyakinan itu bermula dari kekuatan natur. Pandangan hidupnya dilandasi oleh kekuatan natur. Manusia yakin bahwa kebajikan adalah kebajikan natur. Pandangan hidup yang dilandasi oleh kekuatan natur sifatnya atheisme. Ini disebut pandangan hidup komunis.

2.      Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir. Mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi. Teknologi adalah alat bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan hati nurani.
Alcal berasal dari bahasa Arab, artinya kalbu, yang berpusat di hati, sehingga timbul istilah "hati nurani", artinya daya rasa. Di Barat hati nurani ini menipis, justru yang menonjol adalah akal yaitu logika berpikir. Karena itu aliran ini banyak dianut di kalangan Barat. Di Timur orang mengutamakan hati nurani,yang baik menurut akal belum tentu baik menurut hati nurani.
Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal. Benar menunit akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi). Pandangan hidup ini disebut liberalismeKebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat, walaupun tingkah laku dan perbuatan itu bertentangan dengan hati nurani. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. karena itu individu yang berakal (berilmu dan berteknologi tinggi) dapat menguasai individu yang berpikir rendah (bodoh).

3.      Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidalcnya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan ak.al, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi, apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani.
Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomor duakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme.
Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akal dalam aiti baik sebagai logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif pandangan hidup ini disebut sosialime - religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.
Apabila kita kaji maka antara dua pandangan hidup ini terdapat perbedaan pokok. Pandangan hidup sosialisme menekankan pada logika berpikir kolektif, sedangkan pandangan hidup sosialisme religius menenkankan pada logika berpikir kolektif individual. Pandangan hidup sosialisme mengutamakan logika berpikir dari pada hati nurani, sedangkan sosialisme religius mengutamakan kedua-duanya logika berpikir dan hati nurani. Pandangan hidup sosialisme tidak begitu menghiraukan kekuasaan Tuhan, sebaliknya sosialisme religius kekuasaan Tuhan begitu menentukan.


D.        Contoh Kasus

Gerakan Aceh Merdeka atau yang biasa disebut dengan GAM, merupakan organisasi separatisme yang telah berdiri di Aceh sejak tahun 1976. Tujuan didirikannya GAM ini ialah agar Aceh dapat lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan membuat negara kesatuan sendiri dengan nama Nanggroe Aceh Darussalam. Gerakan Aceh Merdeka juga dikenal dengan nama Aceh Sumatera National Liberation Front (ASNLF).

Pada awalnya, GAM adalah sebuah organisasi yang diproklamirkan secara terbatas. Deklarasi GAM yang dikumandangkan oleh Hasan Tiro dilakukan secara diam-diam disebuah kamp kedua yang bertempat di bukit Cokan, Pedalaman Kecamatan Tiro, Pidie. Setahun kemudian, teks tesebut disebarluaskan dalam versi tiga bahasa; Inggris Indonesia, dan Aceh. Penyebaran naskah teks proklamasi GAM ini, terungkap ketika salah seorang anggotanya ditangkap oleh polisi dikarena pemalsuan formulir pemilu di tahun 1977. Sejak itulah, pemerintahan orde baru mengetahui tentang pergerakan bawah tanah di Aceh.

Pada awalnya, gerakan ini terdiri dari sekelompok intelektual yang merasa kecewa atas model pembangunan di Aceh. Hal ini terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan di bawah orang-orang Jawa. Kelompok intelektual ini berasumsi bahwa telah terjadi kolonialisasi Jawa atas masyarakat dan kekayaan alam di Aceh. Untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat, kalangan pemuda, serta tokoh-tokoh agama di Aceh, Hasan Tiro mereproduksi gagasan anti-kolonialisasi Jawa. Gagasan-gagasan Hasan Tiro ini semakin memuncak setelah pemerintah orde baru meng-eksplorasi kekayaan gas alam dan minyak bumi di Aceh Utara sejak awal 1970-an.

Sebab lain terjadinya gerakan separatisme GAM di Aceh, di perkuat oleh dukungan yang datang dari para tokoh Darul Islam (DI) di Aceh yang belum diselesaikan secara tuntas di era orde lama. Tokoh-tokoh DI/TII yang gagal melakukan pemberontakan di Aceh, merasa bahwa dukungan mereka kepada GAM akan dapat membantu Aceh memperoleh kemerdekaannya sendiri.

Sumber :

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab8-manusia_dan_pandangan_hidup.pdf

https://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi

http://www.kompasiana.com/rizkirulya/sekilas-tentang-konflik-aceh_550066458133115318fa7607